Rabu, 17 Juni 2009 di 06.58 | 0 komentar  
PROGAM ACARA TV (Reality Show)

Termehek-mehek sudah beberapa pekan ini menjadi program dengan rating dan share tertinggi di Trans TV, bahkan all station. Belt program tersebut, Jika Aku Menjadi juga mendapat share yang tinggi di jam tayang utama. Sukses program ini, seperti biasa, langsung mendapat “sambutan” dari teve lain.
Menarik sekali menyimak program reality show yang dikemas untuk penonton anak muda ini. Termehek-mehek yang tayang dua kali sepekan (Sabtu-Minggu), misalnya, di pekan 0849 bisa menembus average rating 7.2, dan share 26.6. Di Trans TV, program ini merupakan acara dengan capaian tertinggi untuk semua program, sedangkan Jika Aku Menjadi yang menjadi lead program Termehek-mehek, bisa menembus rating share 4.0/20.6
Rating adalah pemindai untuk menunjukkan jumlah persentase penonton. Angka 7,2 mengindikasikan sebanyak 7,2 persen responden (42,6 juta) menyaksikan acara tersebut. Adapun 26,6 menunjukkan sebanyak angka tersebut di jam tayang program itu menyaksikan Termehek-mehek. Untuk saat ini, sebuah program mendapat angka rating tujuh sudah merupakan keistimewaan. Banyak program yang ratingnya justru di bawah angka 1.
Secara sosiokultural, kebiasaan penonton yang mudah digiring TV menempatkan pemirsa hanya sebagai obyek. Di sini hukum ekonomi berjalan, setiap ada permintaan, akan selalu muncul supply. Para kreator program TV juga memanfaatkan betul kebutuhan pasar. Sudah semakin tipis rasa malu untuk menjadi pengikut, menjadi peniru. Yang penting mendapat share dan rating yang bagus. Lagi-lagi, penonton hanya dijadikan obyek, dijadikan pasar, tanpa bisa ikut menentukan harga, tanpa pernah bisa mengendalikan mekanisme jual beli.
Penonton kita belum bisa menjadi subyek, yang ikut memilih program yang bagus dan yang tidak layak tonton. Bahkan, pemirsa juga belum bisa membedakan program yang boleh untuk ditonton bersama keluarga, dan program yang membahayakan keluarga.
Di dunia TV, yang menjadi dewa adalah rating/share, yang sialnya, sudah belasan tahun dimonopoli oleh satu lembaga survei. Terlepas data yang didapatkan benar atau tidak, akurat atau tidak, angka-angka share dan rating sudah menjadi referensi semua yang terlibat di industri TV. Mulai dari pengelola, kreator, sampai pemasang iklan. Semua hanyut dalam gelombang bernama rating.

Dengan kondisi penonton seperti itu, menjadi tidak penting, apakah program tv itu edukatif atau tidak. Yang penting, pemirsa senang, terhibur. Soal risiko setelah menonton acara, itu menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Menjadi aneh juga bila kita lantas menganalisis, apakah reality show itu benar-benar nyata atau dramatisasi. Juga tidak penting masuk akal atau tidak, yang penting happy (seperti halnya kecenderungan sebagian besar sinetron kita).
Dalam Termehek-mehek. Salah satu episode menampilkan seorang “klien” yang mengungkapkan adiknya jatuh sakit karena ditinggalkan cowoknya. Ditinggal pacar adalah persoalan banyak remaja. Begitu juga, perempuan yang tidak tahan, lantas depresi, juga bukan hal yang aneh. Di layar kaca, persoalan itu lantas dikemas menjadi tontonan yang menarik. Di ujung cerita, ada pertemuan mengharukan antara klien dan target. Ada yang memuji, Trans TV patut diacungi jempol karena acara menayangkan program reality show yang bernilai pendidikan, yaitu mendidik kita bahwa kasih sayang antarsesama manusia itu ternyata sangat indah.

Bagi sebagian orang yang mengerti tentang industri film dan televisi, cukup mudah untuk menilai program yang benar-benar nyata, dan mana program yang sebenarnya sinetron gaya lain. Artinya, bisa jadi, ada unsur manipulasi. Ada unsur akting semua orang yang terlibat. Ada skenario dan juga penyutradaraan. Meski begitu, sebagai tontonan, sebenarnya tetap sah membuat demikian. Yang dituntut memang kejujuran para kreatornya: apakah ia berani mengklaim program itu reality show atau sebenarnya realitas yang semu. Yang dibuat-buat.

Yang mengkhawatirkan, jika penonton akhirnya tahu, program kesayangannya adalah manipulasi, maka bisa jadi mereka akan serta merta meninggalkan program tersebut. Enggan menonton lagi. Jika satu orang yang tahu, tidak masalah. Jika sejuta orang tahu, baru akan menjadi masalah. Atau, kita tunggu sampai mayoritas orang menjadi bosan.



Reality Show yang Sehat

Di luar acara-acara tadi, kita masih bisa berharap sedikit dari beberapa program reality show yang benar-benar realis. Kita lihat Snapshot (Metro TV), Mata Kamera (TV One), dan John Pantau (Trans TV). Tiga program ini menelanjangi realitas-realitas yang begitu dekat dengan kita. Tentang perilaku orang-orang, entah itu orang-orang biasa, atau justru berjuluk orang pemerintah.

Snapshot, Mata Kamera, dan John Pantau menjadi kacamata yang cerdas untuk menyisir kisah-kisah tentang pelanggaran hukum. Tentang kesemrawutan, tentang sesuatu yang terlihat sudah biasa, padahal sebenarnya menyalahi tata aturan sosial. Kita biasa melihat orang-orang jahil saat menggunakan fasilitas umum, PNS yang berbelanja di saat jam kerja, atau aparat yang meminta uang “jago” di jalanan.

Yang ditampilkan ketiga program itu sebuah kenyataan. Tanpa ada rekayasa. Sangat jelas beda dengan program yang disebut terdahulu, yang memiliki rating dan share tinggi tadi.
Ketiganya hanya menyajikan potret buram sebagian masyarakat kita. Naik motor tanpa helm, memutar kendaraan di tempat terlarang, pacaran di atas jembatan, atau juga anak sekolah yang justru asyik main game saat jam pelajaran. Atau juga perilaku warga yang hanya taat hukum di saat ada polisi, atau justru polisi yang justru berkendara tanpa memiliki SIM.

Semua itu biasa kita temukan. Kita menyaksikan itu sehari-hari, tetapi tak punya daya untuk menyampaikan, meski sekadar menyindir. Dan, tiga acara ini, dengan cara yang berbeda: menelanjanginya. Unsur spontitas, keluguan orang-orang yang ditemui, menjadi protret kita bersama. Inilah reality show yang sesungguhnya.

Kita masih berharap makin banyak program yang berani mengungkap kebenaran. Yang membuat orang makin bisa mengerti tentang realitas hidup, bukan hidup yang didramatisir. Bukan cerita bohong penuh mimpi seperti biasa hadir dalam sinetron-sinetron. Dan, Anda, penonton TV, punya andil untuk ikut menentukan program yang mengibur-mendidik atau menghibur-membodohi./*
Pracoyo Wiryoutomo, jurnalis televise.
Diposting oleh Delicious News
PERTELEVISIAN INDONESIA

Saya akan sedikit mengomentari progam acara tv yang ada di Indonesia. Menurur apa yang saya lihat progam acara tv sekarang sudah mulai tidak sehat. Sekarang banyak progam acara tv yang kurang mendidik dan banyak menimbulkan efek negatif bagi para penonton tv. Seperti sinetron sekarang yang menunjukan adegan-adegan yang kurang baik bagi anak-anak. Bukan anak-anak saja yang terkena dampaknya, bahkan semua penonton yang menikmati progam acara tv. Bagaimana tidak, adegan yang ditayangkan dalam sinetron sepertyi kekerasan, pornografi, hal yang exstrem dan lain-lain. Akan membuat para penonton secara cepat atau lambat akan mengikuti apa yang sering dilihat di tv. Karena tv adalah sarana untuk hiburan yang paling dominan untuk dapat merubah sikap atau mental seseorang.

Bukan progam acara sinetron saja yang menayangkan progam yang kurang sehat, bahkan acara komedi-komedi yang ditanyangkan di tv juga sangat tidak sehat. Progam acara komedi sekarang banyak melecehkan dan merendahkan kita sebagai manusia. Sebagai contoh biasanya dengan kejelekan seseorang digunakan pembanding dengan hewan, ini salah satu contoh kecil dan masih banyak komedi komedi yang kurang sehat. Ada juga progam acara seperti talw show yang kurang sehat. Seperti progam acara bukan empat mata yang dulu dengan nama empat mata. Kenapa progam ini beruh nama? Karena dalam acara ini menampilkan sumanto makan kodok hidup secara live di tv. Dengan alasan ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberhentikan acara empat mata. Tidak hanya itu saja yang membuat acara tolk show tidak sehat. Biasanya acara toalk show berupa komedi sering menampilkan artis-artis cantik dan seksi. Dan acara ini di tanyangkan pada waktu jam anak-anak menonton tv.

Wah kalau bahas tentang tidak sehatnya progam acara pertelevisian Indonesia tidak akan habis-habis. Penulis hanya bias berharap semoga acara pertelevisian di Indonesia tidak semakin merusak moral bangsa, akan tetapi saya berharap progam acara tv di Indonesia dapat menentukan mana yang baik.
Diposting oleh Delicious News

PELAKU SINEMATOGRAFI


Berikut beberapa penjelasan tentang profesi sinematografi yang ada pada proses pembuatan film:


Produser

Adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kelahiran sebuah film. Seorang sosok produser adalah sososk sentral yang menjalankan sebuah produksi film. Tidak dengan uang tapi dengan visi. Sebab dengan modal visilah dia bisa memutuskan apakah cerita itu d8ikembangkan menjadi film layar lebar, kemampuan yang harus dimiliki yaitu : mengelola keuangan, mencari dana, berbicara dengan calo0n investor, menyatukan sejumlah orang untuk terjadinya sejumlah film. Para produser adalah orang yang bekerja lebih awal hingga paling akhir dalam produksi film. Artinya seorang produser harus memiliki kemampuan yang sangat komplek dari semua bagian yang ada dibawahnya untuk menjadikan dia mampu mengelola sebuah film.


Manajer Produksi

kerja manajer produksi baik coordinator harian yang mengatur kerja dan memaksimalkan potensi yang ada diseluruh departemen yang ada dalam produksi.


Sutradara

Profesi inipun kerap kali menjadi cita-cita banyak orang. Ketajaman visi sangat diperlukan supya dapat menghidupkan cerita untuk bias dinikmati dilayar lebar. Dia yang harus mengontrol aspek dramatis dan artistik selama proses produksi berlangsung. Ia juga harus mengarahkan seluruh kru dan artis untuk bias mewujudkan film. Sutradara adalah story teller lewat medium film. Jadi apa yang harus dismpaikan lewat film jauh lebih penting dari pada kepahaman tentang film sendiri. Kemapuan memimpin, komunikasi, visi, sikap, dan pemahaman soal hidup sangat diperlukan.


Kameraman

Adalah seorang yang mengoprasikan kamera. Seorang kamera person wajib mengetahui seluk beluk kamera sehingga dapat menuangkan visual sesuai yang diinginkan sutradara.


Desain Produksi

di-perlukan sebagai assiten sutradara menentukan suasana dan warna yang tampil daklam suatu film. Desain produksi menterjemahkan keinginan kreatif sutradar dan merancangnya. Untuk itu diperlukan pengetahuan yan luas, kreatif dan teknis agar sesorang desain produksi mampu menuangkan keinginan sutradara menjadi rancangan yang mudah dimengerti tiap kepala department.


Penata Artistik

Mempunyai kemampuan artistic, manajemen yang handal. Bekerja sam mengatur setting bersama DOP dan Sutradara. Profesi ini dekat dengan pekerjaan menggambar/ desain/ bercerita dan bekeerja keras.


Penata kostum dan penata rias

Bisa dilakukan olih pria dan wanita. Berhubungan dengan kamera, jadi harus mendiskusikan kesemuanya dengan penata gambar. Memahami karakter dari tokoh bertugas membantu sutradara menghidupak karakter, bukan hanya mendandani pemain , bekerja dengan tim,system kerja, kemampuan komunikasi.


Lighting

Tugas dari seorang lighting man adalah menentukan intensitas cahaya yang masuk tugas utamanya adalah sebagai penata cahaya. Lightingman mempunyai peranan yang sangat besar .karna kualitas gambar setiap shot alkan menjadi semakin baik jika cahaya yang di gunakan tertata dengan baik.


Penyunting gambar/editor

Menjadi seorang editor harus mempunyai sikap yang sabar. Mempunyai kemampuan bercerita, musik, rapi dan rajin mencatat.ini mejadi lebih penting dari pada kemampuan mengunakan computer walaupun seorang editor juga harus pinter terhadap computer. Mampu berkomunikasi dengan sutradara, keputusan di dalam ruang editing di dasarkan pada kebutuhan cerita.


Penata suara dan penata musik

Film bukan hanya membutuhkan gambar akan tetapi unsure suara menjadi salah satu hal yang sangat penting karna dengan suara gambar akan terasa tiga dimensi, olih sebab itulah sebuah film disebut sebagai audio visual. Pada profesi ini adalah suatu pekeriaan seni namun membutuhkan kemampuan engineering. Profesi ini sesuai dengan orang yang membutuhkan dan gemar akan tehnologi. Seorang penata musik harus mempunyai kemauan yang tingi terhadap dunia musik dan harus mampu mencari musik yang sesuai dengan film yang di kerjakan.


Talent

Mereka adalah sebuah figure yang sangat di butukan di dalam sebuah film untuk melengkapi tuntutan dari sebuah sekenario. Seorang talent harus mempunyai sikap yang baik di mata masarakat karna talent inilah yang menjadi sebuah rujukan bagi sebuah film yang nantinya akan di tonton olih bayak public. Seorang talent juga harus mempunyai acting yang bagus di depan kamera. dll.



Diposting oleh Delicious News
Kamis, 04 Juni 2009 di 05.50 | 1 komentar  

Huiii....!!! para pencinta film semua, Sebelum mengenal film lebih jauh, mari kita bahas tentang sejarah film di dunia.

Pada tahun 1250, pertama ditemukan sebuah kamera bernama OBSCURA.

Tahun 1250-1895, disebut dengan masa pra sejarah film karena itu merupakan masa dimana terdapat penemuan" baru yg disebabkan obsesi" besar orang eropa.
contoh: terciptanya sebuah alat yang bisa merekam gerak (yg hingga kini digunakan untuk membuat sebuah film)


Pada tahun 1895, dimana mulai dikenal adanya sebuah sinema. Sebab kurang kurang lebih tanggal 28 desember 1895, , lumiere bersaudara (frere) yaitu Louis dan Auguste mempertunjukan sinematografi untuk pertama kalinya kepada masyarakat paris di sebuah cafe hanya dengan membayar 1 franc. Jadi pada itu dianggap sebagai hari dimana sebuah sinema dikenalkan.


Orang-orang yang menemukan/menciptakan alat perekam gerak selain Lumiere & Melies:
1. Thomas A. Edison (USA), 1880-an

2. Max Skladandwsky (Jerman)
3. Friese Green (Inggris)


Kinetograph: alat perekam gerak
Kinetoscope: alat untuk memproyeksikan gerak
Phonograph: alat perekam suara

Nama-nama gambar bergerak pada zaman dahulu:
1. Flicker : "Bersemut"
2. Film : Biasanya berhubungan dengan sosial dan politik
3. Movie : Biasanya berhubungan dengan industri dan bersifat komersil (uang)
4. Cinema : Biasanya berhubungan dengan estetika

Keunggulan cinematograph(Lumiere) dibandingkan dengan alat perekam lain:

1. Gambar yang dihasilkan lebih tajam
2. Intermittent movement (gerak sendat)
3. Proyektor
4. Fleksibel (kamera ringan & kecil)

PERBEDAAN
*Lumiere Frere
Orang yang sebenarnya tidak punya ketertarikan dengan film, tapi tertarik pada alat yang bisa merekam gambar bergerak :
1. filmnya merupakan kejadian sehari"
2. filmnya merupakan kejadian yang sudah ada.
3. Fakta
4. "Dokumenter"

*George Melies

(sutradara teater yg tertarik memfilmkan sebuah teater ketika melihat alat perekamnya Lumiere):
1. Filmnya merupakan cerita khayalan
2. Filmnya merupakan kejadian yg diciptakan
3. Fiksi (impresionisme,ekspresionisme,surealisme,etc)
4. "cerita"

Sejarah Film Dimulai dari Kaki Kuda.


Sejarah gambar bergerak yang pertama muncul di dunia justru muncul bukan di Hollywood, namun lahir dari sebuah pertanyaan unik: Apakah keempat kaki kuda berada pada posisi melayang pada saat bersamaan ketika kuda berlari? Pertanyaan ini dijawab oleh Eadweard Muybridge dari Stanford University dengan membuat 16 gambar atau frame kuda yang sedang berlari. Kejadian ini terjadi pada tahun 1878. Darike-16 gambar kuda yang sedang berlari ini dirangkai dan digerakkan secara berurutan menghasilkan gambar bergerak pertama yang berhasil dibuat di dunia.Dari sinilah ide membuat sebuah film muncul. Karena pada saat itu teknologi kamera perekam belum ada, Muybridge menggunakan kamera foto biasa untuk menghasilkan gerakan lari kuda. Dengan kata lain, diperlukan pengambilan gambar beberapa kali agar memperoleh gerakan lari kuda yang sempurna saat difilmkan. Sepuluh tahun setelah penemuan gambar bergerak, 1888, barulah muncul film (bukan sekadar gambar bergerak) pertama di dunia, yang paling tidak mendekati konsep film-film yang sudah ada saat ini. Film ini dikenal dengan nama Roundhay Garden Scene yang disutradarai oleh Louis Le Prince yang berasal dari Prancis. Film berdurasi sekitar 2 menit ini menggambarkan sejumlah anggota keluarga Le Prince sedang berjalan-jalan menikmati hari di taman.

Pada tahun 1889, Amerika Serikat barulah memproduksi film pertamanya yang berjudul Monkeyshines No. 1. Seperti apa film Monkeyshines No.1? Gambar orang yang 'blur' dengan latar hitam yang sedang melakukan gerakan-gerakan tangan dalam beberapa detik.

Memproduksi sebuah film yang spektakuler(seperti yang dilakukan oleh kalangan sineas Hollywood) tentu saja membutuhkan biaya yang sangat besar. Contohnya, film Titanic yang harusmembangun tiruan kapal Titanic itu sendiri. Film Titanic itu sendiri menghabiskan dana sebesar 200 juta dollar atau kalau kita rupiahkan bisa mencapai angka 2,5 triliun rupiah! Tapi itu masih belum seberapa lo...coba bandingkan dengan biaya pembuatan film Pirates of the Caribbean: At World's End yang mencapai angka 300 juta dollar atau sekitar hampir 4 triliun rupiah! Luar biasa... Namun, tahukah kamu, ada satu film yang bisa dianggap sebagai salah satu film termahal di dunia yang pernah diproduksi, dan film ini diproduksi pada tahun 1963. Itulah film Cleopatra yang diproduksi oleh 20th Century Fox . Awalnya film ini hanya diberi anggaran 2 Juta Dollar, namun entah mengapa membengkak hingga 44 juta dollar. Kondisi ini tentunya sangat memberatkan 20th Century Fox

sehingga hampir membuatnya gulung tikar. Perlu diketahui bahwa angka 44 juta dolar ini adalah angka di tahun 1963, bila dikonversikan dengan tahun sekarang plus hitung-hitungan inflasi, angka tersebut sama dengan nilai 295 juta dollar di tahun 2007, dengan kata lain di tahun 2009 bisa menembus angka 300 juta dollar!Tapi siapakah sebenarnya pemegang rekor film termahal di dunia? Ternyata film termahal yang pernah dibuat adalah film yang merupakan adaptasi dari novel dari Rusia, War and Peace yang ditulis oleh penulis terkenal Rusia Leo Tolstoy. Film yang dibuat pada tahun 1961 dan diproduseri oleh Mosfilm Studios milik USSR ini menghabiskan dana sebesar 100 juta dollar atau kalau dikonversi dengan inflasi dan segala macam, film ini berharga 700 juta dollar! Luar biasa...! Lalu apa yang membikin film ini menjadi sangat mahal? Ternyata ada sebuah adegan film perang yang harus mengerahkan pasukan sebanyak 120.000 tentara, dan itu adalah sceneatau adegan perang terbesar yang pernah dibuat!.

Sumber: wikipedia.org



Ok para pecinta film semua,,,setelah mengetahui beberapa tentang sejarah film dunia mari kita cari tau apa sich sinematografi itu?


Pengertian Sinematografi

Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal daribahasa Latin kinema 'gambar'. Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmuyang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehi

ngga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tungg

al, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).

Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi

Film sebagai Genre Seni

Istilah film pada mulanya mengacu pada suatu media sejenis plastik yang dilapisi dengan zat peka cahaya. Media peka cahaya ini sering disebut selluloid. Dalam bidang fotografi film ini menjadi media yang dominan digunakan untuk menyimpan pantulan cahaya yang tertangkap lensa. Pada generasi berikutnya fotografi bergeser

pada penggunaan media digital elektronik sebagai penyimpan gambar. Dalam bidang sinematografi perihal media penyimpan ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Berturut-turut dikenal media penyimpan selluloid (film), pita analog, dan yang terakhir media digital (pita, cakram, memori chip). Bertolak dari pengertian ini maka film pada awalnya adalah karya sinematografi yang memenfaatkan media selluloid sebagai penyimpannya. Sejalan dengan perkembangan media penyimpan dalam bidang sinematografi, maka pengertian film telah bergeser. Sebuah film cerita dapat diproduksi tanpa menggunakan selluloid (media film). Bahkan saat ini sudah semakin sedikit film yang menggunakan media selluloid pada tahap pengambilan gambar. Pada tahap pasca produksi gambar yang telah diedit dari media analog maupun digital dapat disimpan pada mediayang fleksibel. Hasil akhir karya sinematografi dapat disimpan Pada media selluloid, analog maupun digital. Perkembangan teknologi media penyimpan ini telah mengubah pengertian film dari istilah yeng mengacu pada bahan ke istilah yeng mengacu pada bentuk karya seni audio-visual. Singkatnya film kini diartikan sebagai suatu genre (cabang) seni yang menggunakan audio (suara) dan visual (gambar) sebagai medianya.

Jenis-Jenis Film

Film Dokumenter

Film dokumenter berasal dari kata documenter yang berarti fakta atau kenyataan. Film documenter berhubungan dengan orang-orang, tokoh, peristiwa, dan lokasi yang nyata. Film documenter tidak menciptakan suatu peristiwa atau kejadian namun merekam peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi atau otentik.

Dalam menyajikan faktanya, film documenter dapat menggunakan beberapa metode. Film documenter dapat merekam langsung pada saat peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Produksi film documenter jenis ini dapat dibuat dalam waktu yang singkat, hingga berbulan-bulan,serta bertahun-tahun lamanya.

Film documenter memiliki beberapa karakter teknis yang khas yang tujuan utamanya untuk mendapatkan kemudahan, kecepatan, fleksibilitas, efektifitas, serta otentitas peristiwa yang akan direkam. Umumnya film documenter memiliki bentuk sederhana dan jarang sekali menggunakan efek visual. Jenis kamera umumnya ringan (kamera tangan) serta mengunakan lensa zoom, stok film cepat (sensitive cahaya), serta perekam suara portable (mudah dibawa) sehingga memungkinkan untuk pengambilan gambar dengan crewyang minim (2 orang). Efek suara serta ilustrasi musik juga jarang digunakan. Dalam memberikan informasi pada penontonya sering menggunakan narrator untuk membawa narasi atau dapat pula menggunakan metode interview (wawancara).

Beberapa film dokumenter :



Baik para pecinta film semua, setelah mengerti tentang film documenter saya akan bercerita pengalaman saya dalam membuat film documenter.

Pada awalnya sich dapat tugas dari dosen mata kuliah audio visual, kita disuruh buat kelompok maksimal 12 orang tapi kelompok kami hanya 6 orang. Pada saatitu pas musimya pemilu, jadi kita disuruh buat film documenter yang bertemakan pemilu. Karena pada saat itu pemilu sudah dekat kelompok kami langsung membuat konsep tentang film documenter yang kami buat, kemudian kami mulai produksi film documenter dan akhirnya jadilah hasil karya kami yang berjudul merdeka 7 kali.

Film documenter merdeka 7 kali ini berceritakan tentang seorang caleg miskin yang mencalonkan diri menjadi seorang calon legislatif. Kesehariannya caleg ini berprofesi sebagai seniman pembuat patung dan pelukis, selain itu beliau pernah bekerja sebagai PLN. Selain itu setiap pagi beliau mengantarkan kue atau makanan kecil buatan istrinya ke pasar. Karena biaya yang kurang caleg ini berkampanye dengan cara door to door atau rumah ke rumah, caleg ini hanya satu buah baliho untuk srana membantu kampanye beliau. Beliau berpendapat bahwa materi bukanlah segala-galanya, karena kemenangan itu bukan terletak pada materi, akan tetapi kemenangan itu terletak pada hati yang bersih. Dan maksudnya merdeka 7 kali dalam film documenter ini adalah presiden kita dari awal kita merdeka sampai saat ini sudah berganti enam kali dan yang ketujuh masih dalam proses pemilihan. Apakah capres bermateri yang akan presiden atau capres yang berpengalaman dan mempunyai skill yang akan menjadi pemimpin bangsa ini.

Setelah membahas cerita pada film documenter merdeka 7 kali ini, saya akan sedikit menjelaskan secara tehnis pembuatan film documenter ini. Alat-alat yang kami gunakan adalah maamera MD 1000, mini divi, treepod, monopod dan lain-lain. Dalam proses pengambilan gambar ini saya sebagai kameramen tidak begitu memikirkan unsure sinematografi yang harus setiap angelnya ditentukan lebih awal pada kansep awal, tetapi pada film documenter ini kami mencari momen-momen penting. Akan tetapi bukan asal ambil gambar yang bermomen penting tapi juga harus sesuai konsep awal yang telah kami buat. Disini settingan kamera menggunakan auto focus dan pencahayaan manual. Kenapa?? Karena kita mengejar momen, oleh karena itu perlu cepat mengambil gambar. Taapi perlu berhati-hati dalam pengambilan angel, karena setiap pengambilan angel itu mempunyai arti maksud tersendiri.



Film Cerita Pendek (Short Films)

Durasi film cerita pendek biasanya di bawah 60 menit. Di banyak negara seperti Jerman, Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan juga Indonesia, film cerita pendek dijadikan laboratorium eksperimen dan batu loncatan bagi seseorang/sekelompok orang untuk kemudian memproduksi film cerita panjang. Jenis film ini banyak dihasilkan oleh para mahasiswa jurusan film atau orang/kelompok yang menyukai dunia film dan ingin berlatih membuat film dengan baik. Sekalipun demikian, ada juga yang memang mengkhususkan diri untuk memproduksi film pendek, umumnya hasil produksi ini dipasok ke rumah-rumah produksi atau saluran televisi.


Film Cerita Panjang (Feature-Length Films)

Film dengan durasi lebih dari 60 menit lazimnya berdurasi 90-100 menit. Film yang diputar di bioskop umumnya termasuk dalam kelompok ini. Beberapa film, misalnya Dances With Wolves, bahkan berdurasi lebih 120 menit. Film-film produksi India rata-rata berdurasi hingga 180 menit.


Iklan Televisi (TV Commercial)

Film ini diproduksi untuk kepentingan penyebaran informasi, baik tentang produk(iklan produk) maupun layanan masyarakat (iklan layanan masyarakat atau public service announcement/PSA). Iklan produk biasanya menampilkan produk yang diiklankan secara eksplisit, artinya ada stimulus audio-visual yang jelas tentang produk tersebut. Sedangkan iklan layanan masyarakat menginformasikan kepedulian produsen suatu produk terhadap fenomena sosial yang diangkat sebagai topik iklan tersebut. Dengan demikian, iklan layanan masyarakat umumnya menampilkan produk secara implisit.



Video Klip (Music Video)

Video klip adalah sarana bagi produser music untuk memasarkan produknya lewat medium televisi. Dipopulerkan pertama kali lewat saluran televisi MTV tahun 1981. Di Indonesia, video klip ini sendiri kemudian berkembang sebagai bisnis yang mengiurkan seiring dengan pertumbuhan televisi swasta. Akhirnya video klip tumbuh sebagai aliran dan industri tersendiri. Beberapa rumah produksi mantap memilih video klip menjadi bisnis utama (core busines) mereka. Di Indonesia tak kurang dari 60 video klip diproduksi tiap tahun.












Diposting oleh Delicious News
Selasa, 10 Maret 2009 di 01.23 | 1 komentar  
Welcome to Reock n Roll blogger...!!!
Panji Mas Agam Pahlawam (08220212)
Universitas Muhammhadiyah Malang
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
jurusan ilmu komunikasi
Akan sedikit mengenalkan tentang dunia Audio Visual
Selamat Membaca!!! oke coy?
Diposting oleh Delicious News
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger template by blog forum.